4 Tanda Perubahan Tren yang Terjadi di Pasar Trading Forex

Bukan tanpa alasan tren (trend) dianggap sebagai sahabat Anda saat melakukan trading Forex. Hal ini dikarenakan tren dianggap sebagai representasi kekuatan pasar. Tanpa mengetahui apa yang terjadi di pasar, akan sulit bagi Anda untuk mengendalikan trading.

Mengetahui tanda-tanda perubahan pada trading Forex

Melawan ‘arus’ pasar jelas bukan ide bagus bagi Anda yang baru terjun ke dunia foreign exchange. Maka dari itu, Anda harus mengikutinya. Satu hal penting yang perlu Anda catat, arus pasar tak seperti sungai yang mengarah ke satu arah, karena ada dinamikanya sendiri. Harga dalam trading Forex bisa naik, lalu turun dengan pergerakan yang seringnya ekstrem.

tanda perubahan trading forex

Dari sini, Anda mungkin bertanya-tanya, adakah cara untuk mengenal tanda perubahan tren atau arus di pasar Forex? Untungnya, ada beberapa gejala perubahan di pasar yang dapat Anda gunakan sebagai pegangan saat melakukan trading. Untuk informasi lengkapnya, simak tip berikut ini!

  1. Memanfaatkan analisis trendline

Dalam dunia Forex, trendline merupakan alat yang lazim dimanfaatkan sebagai alat analisis bersifat teknis. Alat tersebut berperan sebagai pendukung dalam uptrend maupun resistance dalam downtrend. Selain itu, trendline juga termasuk alat sederhana yang mampu mengenali arus tren. Salah satu syarat yang perlu Anda ketahui sebelum menarik garis trendline valid adalah setidaknya ada dua lembah atau puncak yang bisa dihubungkan. Kemudian, tembusnya trendline dapat Anda jadikan indikasi perubahan arah tren. Hal ini terjadi saat seluruh bodi candlestick terbentuk di luar garis trendline.

  1. Adanya kondisi non-failure swing

Non-failure swing merupakan pergerakan harga yang menembus langsung ke titik top maupun bottom begitu mencapai titik terjauh dari tren. Dalam trading Forex, saat harga sukses menembus bottom paling akhir dan membentuk bottom lebih rendah, maka kondisi tersebut dapat dianggap sebagai konfirmasi. Kemudian, pasar akan membentuk puncak yang tak lebih tinggi dari puncak sebelumnya, lalu akan turun dan menembus support menuju titik selanjutnya. Ada pula proses pembalikan dari turun jadi naik dengan pasar yang akan menembus resistance alih-alih support.

  1. Adanya kondisi failure swing

Berbeda dari non-failure swing, dalam kondisi failure swing, tidak ada pull-back yang terjadi. Jadi, harga tak akan mengalami support maupun resistance, tetapi Anda akan mendapati uptrend dan downtrend di dalam grafiknya. Mempelajari skenario failure swing maupun non-failure swing akan lebih maksimal bila Anda menggunakan grafik untuk mendapatkan bayangan pasti. Jika Anda ingin memahaminya lebih dalam, Anda bisa membaca buku karya John J. Murphy yang berjudul Technical Analysis of the Financial Markets yang dikenal sebagai salah satu panduan para traders Forex.

  1. Mengenali reversal pattern (pola pembalikan)

Sejarah selalu berulang merupakan prinsip yang diusung juga dalam analisis teknikal. Dalam hal ini, pengulangannya berbentuk pola-pola pergerakan harga. Dengan mempelajari konsep ini, Anda pun akan mampu memperkirakan arah pasar selanjutnya kalau pola yang sama muncul lagi. Supaya Anda bisa mengenali pembalikan arah, manfaatkan pola bernama reversal pattern atau pola pembalikan. Pola yang beragam mengindikasikan tren yang berakhir dan berpotensi berbalik arah. Di antaranya adalah double top/bottom, triple top/bottom, head and shoulders, dan inverse head and shoulders.

Itulah informasi seputar empat tanda yang dapat Anda pegang untuk mengetahui perubahan tren pada pasar trading Forex. Semoga penjelasan ini membantu Anda mengendalikan harga di lapangan!