Pengobatan Hematupura

kali ini kita akan membahas tetang pengbatan pengobatan hematupura untuk penyaki Hematuria yang merupakan sebutan medis untuk menjelaskan kondisi tidak biasa pada urin seseorang. Kencing Berdarah lebih dikenal masyarakat dibandingkan istilah Pengobatan Hematuria yang memang merupakan istilah medis. Ya, hematuria merupakan sebuah kondisi dimana seseorang mengalami kencing berdarah yang menyakitkan. Kondisi ini pun bukanlah sebuah hal normal dan perlu mendapat penanganan khusus dari medis. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui gejala serta penanganan yang tepat untuk kondisi ini.

hema1Sebaiknya saat pengobatan hematupura terjadi lebih dari sekali, segera disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Untuk waktu yang tepat saat anda memeriksakan kondisi tersebut adalah ketika kencing darah sudah dialami dua hingga tiga kali. Apalagi ketika anda jelas mengingat tidak mengonsumsi jenis makanan apapun atau meminum obat yang bisa menyebabkan warna urin berubah. Hematuria juga tidak secara langsung terjadi begitu saja, akan tetapi diawali dengan beberapa gejala.

hematupura2

Gejala Hematuria

Tanda yang paling jelas muncul dan bisa diamati dari hematuria adalah perubahan pada warna urin menjadi merah, merah muda, kemerahan, atau kecoklatan karena adanya sel darah merah. Secara umum, hematuria tidak menimbulkan rasa sakit ketika darah yang dikeluarkan masih cair. Namun, bila darah dalam keadaan menggumpal maka rasa sakit yang luar biasa akan terasa ketika kencing.

Umunya, pengobatan hematupura tidak menimbulkan gejala apapun. Tapi, kondisi berbeda justru dialami bagi kondisi yang lebih dari sekadar hematuria. Misalnya ketika rasa ingin buang air kecil semakin meningkat, tidak tuntas saat kencing, nyeri perut bawah, hingga kesulitan buang air kecil. Gejala yang muncul berkaitan dengan jenis penyakit atau gangguan tertentu yang baru bisa diketahui setelah dilakukan pemeriksaan medis.

Diagnosis Hematuria Secara Medis

Dokter akan memulai dengan tes urin untuk memastikan bahwa warna merah yang ada di dalam urin memang benar adalah darah. Biasanya usai melakukan tes urin, dokter akan melanjutkan pemeriksaan dengan tes darah untuk mengetahui fungsi ginjal.

Beberapa tes lain yang akan dilakukan bisa saja CT Scan, pyelografi intravena, atau ultrasound ginjal. Tes tersebut untuk mengetahui adanya batu ginjal atau jenis kelainan yang lain pada sistem saluran kemih. Langkah terakhir jika masih ditemukan keraguan tentang penyebab pasti hematuria adalah dengan pengambilan sampel jaringan seperti biopsy ginjal atau sistoskopi untuk mengetahui kemungkinan tumbuhnya sel kanker.

Pengobatan dan Pencegahannya

Kondisi hematuria yang gejalanya belum terlalu serius tidak membutuhkan penanganan khusus. Biasanya dokter akan lebih fokus untuk menangani penyebab dari hematuria tersebut. Penanganan standar yang diberikan dokter untuk mengobati hematuria dengan cara memberikan resep antibiotik, obat untuk meredakan pembengkakan pada prostat, atau dengan melakukan terapi kejut untuk memecahkan batu ginjal.

Hematuria juga bisa dicegah dengan menerapkan pola kebiasaan tertentu saat menjaga kebersihan organ vital dan kesehatan ginjal. Beberapa tindakan pencegahan agar tidak mengalami hematuria antara lain,

  • Tidak menahan kencing
  • Membersihkan saluran kencing dan vagina (bagi wanita) dari belakang ke depan
  • Banyak mengonsumsi air putih, hindari makanan dengan kadar garam dan oksalat yang tinggi
  • Hindari paparan terhadap bahan kimia dan rokok, menjaga pola hidup, istirahat cukup dan menjaga asupan gizi seimbang.

Faktor Risiko Hematuria

Kencing berdarah bisa juga dialami siapapun tidak bergantung pada usia. Hanya saja, ada beberapa faktor yang semakin meningkatkan risiko terkena hematuria antara lain seperti infeksi, usia diatas 50 tahun yang biasa mengalami pembengkakan kelenjar prostat, genetik, pengobatan tertentu, olahraga berlebihan, jenis kelamin (wanita terkadang mengalami ISK sekali seumur hidup).

Itulah beberapa penjelasan penting tentang pengertian hematuria serta gejala dan penanganannya. Disarankan pada kondisi tersebut, anda menjalani pengobatan medis untuk lebih aman dan tanpa risiko. Semoga bermanfaat!